Instruksi.co.id, Pringsewu — Tiga kejadian kebakaran lahan dan semak belukar terjadi di wilayah Kabupaten Pringsewu dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian Polres Pringsewu yang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api, terutama saat membakar sampah atau membersihkan lahan.
Kebakaran terbaru terjadi di kawasan perbukitan Bukit Kelir, Dusun 3 RT 02 RW 03, Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Jumat (28/8/2026) petang.
Api diketahui sekitar pukul 18.00 WIB di kaki perbukitan yang berjarak sekitar 100 hingga 150 meter dari permukiman warga. Mendapat laporan tersebut, Tim Siaga Bencana Polres Pringsewu bersama personel TNI, BPBD dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Sekitar pukul 21.00 WIB, api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas. Berdasarkan pendataan awal, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2.000 meter persegi.
Meski api telah padam, petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra melalui Kasi Humas Ipda Rahmat Basuki mengatakan, kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Alhamdulillah api dapat segera dipadamkan. Lokasi kebakaran cukup dekat dengan permukiman warga, sehingga penanganan secara cepat sangat penting agar api tidak merambat dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Rahmat, Sabtu (29/8/2026).
Dua Kebakaran Sebelumnya
Sebelum kejadian di Tanjung Anom, kebakaran lahan juga terjadi di area perbukitan milik warga di Dusun 4, Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.20 WIB, kebakaran semak belukar terjadi di kebun milik Rian Irliyantika di Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 50 meter persegi.
“Dari beberapa kejadian tersebut, kita patut bersyukur api dapat segera dikendalikan sebelum meluas. Namun ini juga menjadi peringatan bahwa kebakaran lahan bisa terjadi kapan saja dan berawal dari hal yang sederhana,” katanya.
Polres Pringsewu mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di lahan terbuka yang banyak terdapat semak maupun material mudah terbakar.
Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
“Jangan berpikir api kecil pasti mudah dipadamkan. Dalam kondisi lahan kering dan angin bertiup, api bisa dengan cepat menjalar. Bara yang terlihat sudah mati pun bisa kembali menyala,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kalau melihat ada kebakaran, jangan menunggu sampai api membesar. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat atau melalui Call Center Polri 110. Informasi yang cepat akan mempercepat penanganan,” pungkasnya.
Polres Pringsewu bersama TNI, BPBD dan masyarakat akan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran serta mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran lahan. (Hikmah/rls)

0 Komentar