Mabes TNI Perkuat Pencegahan Karhutla di Pringsewu, 100 Personel Disiapkan di Lampung

 

Instruksi.co.id, Pringsewu – Polres Pringsewu menerima kunjungan Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI dalam rangka memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau, Jumat (28/8/2026) sore.

Tim yang terdiri dari tujuh personel tersebut dipimpin Kolonel CPM Tri Handaka, S.Pd., M.Si., selaku Pamen Ahli Bidang Pengembangan Organisasi Puspomad. Rombongan tiba di Mapolres Pringsewu sekitar pukul 16.00 WIB dan disambut Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra bersama jajaran.

Kolonel Tri Handaka mengatakan, tim telah mulai bertugas sejak 26 Agustus 2026 dengan masa penugasan selama 28 hari. Kehadiran mereka merupakan bagian dari dukungan TNI terhadap pemerintah daerah dan aparat terkait dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla.

“Khusus untuk Kabupaten Pringsewu, kondisi saat ini masih relatif aman dan terkendali. Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Tri Handaka.

Menurutnya, sekitar 100 personel TNI disiapkan untuk mendukung pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Provinsi Lampung. Personel ditempatkan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan.

Ia menegaskan, kehadiran TNI bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah daerah maupun aparat kewilayahan, melainkan memperkuat upaya pencegahan dan membantu apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kehadiran kami bukan berarti TNI tidak percaya terhadap pemerintah daerah beserta perangkatnya. Justru kami hadir untuk membantu dan memperkuat upaya yang sudah dilakukan oleh Polres dan pemerintah daerah,” jelasnya.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla.

“Sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini sehingga tidak berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Dadi.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Tujuan kita sama, yaitu mencegah terjadinya Karhutla serta menjaga situasi keamanan dan kondisi wilayah Kabupaten Pringsewu tetap aman, nyaman dan kondusif,” pungkasnya.

(Adi/Rls)

Posting Komentar

0 Komentar

Trending

Popular Posts