Sambut Hari Santri 2026, Pemkab Pringsewu Gelar Istighotsah di Makam KH Ghalib

 

Instruksi.co.id, Pringsewu – Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar istighotsah di kompleks makam KH Ghalib, Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Rabu (21/10/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 sekaligus momentum mengenang perjuangan ulama dalam membangun kehidupan beragama dan kebangsaan.

Istighotsah berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para santri.

Dalam sambutannya, Riyanto mengatakan kegiatan di kompleks makam KH Ghalib memiliki makna penting untuk mengenang jasa dan perjuangan ulama yang berkontribusi besar terhadap perkembangan dakwah Islam di Pringsewu.

Menurutnya, keteladanan para ulama harus terus dijaga, terutama nilai keikhlasan, kesederhanaan, keteguhan prinsip, serta kepedulian terhadap umat dan bangsa.

“Keberadaan kita di tempat ini hendaknya menjadi momentum untuk merenungkan kembali sejauh mana kita telah melanjutkan nilai-nilai perjuangan para ulama,” ujarnya.

Riyanto juga mengingatkan besarnya peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai agama dan kebangsaan.

Ia mencontohkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 sebagai salah satu bukti keterlibatan ulama dan santri dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Menurutnya, santri masa kini perlu menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan agar mampu menghadapi tantangan masa depan.

Riyanto menambahkan, pesantren harus terus menjadi tempat pembentukan karakter, penguatan nilai Islam moderat, dan pengembangan generasi yang mandiri, toleran, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial.

Hal tersebut sejalan dengan pentingnya pendidikan keagamaan dalam membangun karakter generasi muda. Bupati sebelumnya juga mendorong LPQ Baituna di Pringsewu mencetak generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Di sisi lain, Riyanto menyampaikan bahwa pembangunan daerah merupakan amanah yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk ulama, kiai, pengasuh pondok pesantren, dan santri.

Ia berharap doa serta sinergi seluruh lapisan masyarakat terus terjaga agar pemerintah daerah dapat menjalankan kebijakan dan pembangunan dengan baik.

“Dengan kebersamaan, berbagai tantangan dan persoalan dapat diselesaikan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Pringsewu yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.(hikmah/ton)

Posting Komentar

0 Komentar

Trending

Popular Posts