Akses Kesehatan di Pematang Sawa Tanggamus Jadi Tantangan, Puskesmas Martanda Kekurangan Petugas

 

Instruksi.co.id, Tanggamus — Keterbatasan tenaga kesehatan dan sulitnya akses transportasi masih menjadi tantangan pelayanan kesehatan di Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus. Kondisi itu menjadi perhatian Dinas Kesehatan setempat saat meninjau pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pekon Kaur Gading dan pelayanan di UPTD Puskesmas Martanda, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Herry Novrizal, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Yekti Mulyani dan Kepala Bidang Perencanaan.

Rombongan berangkat dari Kota Agung sekitar pukul 05.00 WIB dan tiba di Pekon Way Nipah sekitar pukul 06.30 WIB. Perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu fiber melalui jalur laut untuk mencapai wilayah tujuan.

Sebelum menuju Puskesmas Martanda, rombongan singgah di Pekon Kaur Gading untuk meninjau titik nol pembangunan atau rehabilitasi total Pustu. Di lokasi tersebut, kontraktor mulai mempersiapkan tenaga kerja, peralatan, dan material untuk pelaksanaan pekerjaan.

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat setempat, terutama warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan utama.

Setibanya di UPTD Puskesmas Martanda, rombongan mengevaluasi pelayanan dan membahas kebutuhan tenaga kesehatan, sarana, serta dukungan operasional untuk menjangkau masyarakat di wilayah kerja puskesmas.

Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, menjelaskan bahwa pihaknya juga menjalankan pelayanan kesehatan bergerak di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Program ini dilakukan melalui kerja sama dengan dokter spesialis, termasuk untuk pemeriksaan ibu hamil.

“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan pelayanan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis kandungan, untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Martanda. Pelayanan pemeriksaan, termasuk USG, diberikan secara gratis,” kata Diana.

Pelayanan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan yang dibutuhkan tanpa harus selalu menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan lain.

Upaya menjangkau warga secara langsung sebelumnya juga dilakukan tim Puskesmas Martanda dengan mendatangi masyarakat di Pedukuhan Darussalam, Pekon Way Asahan, melalui medan jalan yang menanjak dan sulit dilalui. Kisah pelayanan jemput bola tersebut dapat dibaca dalam berita Tim Puskesmas Martanda datangi warga di wilayah terpencil Way Asahan.

Herry Novrizal mengatakan, kunjungan ke Martanda dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap berjalan meski jumlah petugas terbatas dan akses wilayah cukup berat. Peninjauan juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan yang perlu diprioritaskan dalam perencanaan pembangunan kesehatan berikutnya.

“Kita datang ke Martanda ini untuk memastikan pelayanan kesehatan dengan jumlah petugas yang minimal tetap bisa dilaksanakan. Kemudian, kita melihat apa saja kebutuhan pelayanan kesehatan yang perlu diprioritaskan untuk pembangunan kesehatan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Herry.

Sejumlah kebutuhan yang muncul dalam evaluasi meliputi kendaraan roda dua untuk mobilitas petugas, tablet untuk penginputan data, serta kemungkinan penyediaan ambulans laut guna mendukung pelayanan dan rujukan pasien.

Menurut Herry, kebutuhan tersebut akan dibahas melalui koordinasi dan advokasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta DPRD Kabupaten Tanggamus. Realisasinya akan mempertimbangkan kemampuan anggaran, termasuk biaya operasional.

Dari sisi pelayanan, Herry menyebut Puskesmas Martanda telah menjalankan layanan rawat inap. Dokter juga telah tersedia, tetapi masih menunggu penerbitan Surat Izin Praktik (SIP).

Sementara itu, terdapat 21 tenaga kesehatan yang tersebar di tujuh pekon, termasuk tujuh bidan desa. Namun, tenaga yang bertugas di puskesmas induk hanya lima orang.

Keterbatasan tersebut membuat bidan desa turut membantu pekerjaan administratif dan pelaksanaan program puskesmas, selain menjalankan pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing.

“Pelayanan sudah berjalan, tetapi masih perlu peningkatan. Masyarakat yang dilayani cukup banyak, sementara aksesnya sulit dan jarak geografisnya jauh,” kata Herry.

Hasil kunjungan akan menjadi bahan evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus dalam menyusun prioritas pembangunan kesehatan, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, pemenuhan tenaga kesehatan, hingga dukungan transportasi.

Tantangan di Pematang Sawa menunjukkan bahwa pemerataan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas, tetapi juga ketersediaan petugas dan kemudahan akses bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

(Adi/rls)

Posting Komentar

0 Komentar

Trending

Popular Posts