Instruksi.co.id, Tanggamus — Polres Tanggamus memperluas informasi terkait hilangnya lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 kepada nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Tanggamus, Senin (21/9/2026).
Sosialisasi dilakukan Satpolairud bersama jajaran Polsek pesisir di dua lokasi, yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau, sekitar pukul 11.30 WIB, dan Gudang Ikan H. Jaman, Pekon Tengor, Kecamatan Cukuh Balak, sekitar pukul 14.00 WIB.
Di Kecamatan Limau, kegiatan dipimpin Kasat Polair Polres Tanggamus AKP Dedi Yanto bersama Kasi Humas AKP Sofyansyah, Kapolsek Limau Iptu Fridy Romadhana Panca, Bhabinkamtibmas Brigpol Viky dan personel Satpolairud Brigpol Azis.
Sementara di wilayah hukum Polsek Cukuh Balak, sosialisasi dipimpin Kapolsek Cukuh Balak Ipda Kiki Nur Alfian bersama AKP Dedi Yanto, AKP Sofyansyah, Brigpol Azis dan Bhabinkamtibmas Bripka Rifki.
Kasi Humas Polres Tanggamus AKP Sofyansyah mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan untuk memperluas informasi kepada masyarakat pesisir sekaligus meminta bantuan nelayan apabila menemukan benda atau petunjuk yang diduga berkaitan dengan hilangnya delapan orang tersebut.
"Nelayan merupakan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di laut. Karena itu, kami menyampaikan perkembangan kejadian ini agar apabila selama melaut atau berada di pesisir menemukan sesuatu yang diduga berkaitan, dapat segera diinformasikan kepada kepolisian," kata Sofyansyah.
Menurutnya, informasi yang disampaikan nelayan tidak harus berupa penemuan korban atau kapal. Barang, benda maupun petunjuk lain yang ditemukan di laut atau kawasan pantai juga diharapkan segera dilaporkan.
"Informasi atau petunjuk apa pun yang dianggap berkaitan dengan kejadian ini kami harapkan dapat segera disampaikan. Kami akan menindaklanjutinya sesuai prosedur," ujarnya.
Hilang Saat Meliput Gunung Anak Krakatau
Lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026). Mereka diketahui tengah melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Arie/Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency dan Donal Husni, jurnalis lepas.
Sementara tiga kru kapal yakni Warta (55), nakhoda; Surakman/Sukarman (60), ABK; serta Heriyanto (49), pemandu atau guide.
Setelah laporan diterima, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan memperluas penyisiran ke sejumlah wilayah perairan Lampung, termasuk Teluk Semangka, Pulau Tabuan hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pada hari ketujuh pencarian, 14 September 2026, penyisiran dilakukan di sejumlah sektor perairan Lampung. Operasi kemudian diperpanjang selama tiga hari dengan wilayah pencarian diperluas dari Tanjung Belimbing hingga sekitar Pulau Sebesi.
Pada 16 September, pencarian memasuki hari kesembilan dengan pembagian wilayah menjadi delapan sektor yang mencakup sekitar 3.439 mil laut persegi, termasuk wilayah perairan Tanggamus.
Penyisiran berlanjut hingga 17 September 2026, yang menjadi hari ke-10 sekaligus hari terakhir masa perpanjangan operasi. Tim SAR menyisir wilayah Teluk Semangka hingga kawasan Gunung Anak Krakatau, termasuk Pulau Legundi, Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku.
Setelah 10 hari pencarian, operasi SAR resmi dihentikan pada 17 September 2026 karena belum ditemukan keberadaan speedboat Arupadhatu 1 maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Meski operasi SAR telah berakhir, Polres Tanggamus kini memperluas informasi kepada masyarakat pesisir dan nelayan untuk membantu menyampaikan apabila terdapat temuan atau informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
(Adi/rls)

0 Komentar