Instruksi.co.id, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten Tanggamus memperpanjang kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam pertemuan dengan jajaran BSI Area Lampung dan BSI KCP Tanggamus, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tanggamus itu tidak hanya membahas layanan perbankan syariah, tetapi juga peluang kolaborasi untuk memperkuat UMKM dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi mengatakan kerja sama dengan perbankan harus memberikan manfaat yang lebih luas, terutama dalam membantu masyarakat dan pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan.
“UMKM dan masyarakat di bawah ini harus kita bantu. Kita harus melakukan kolaborasi agar pemerintah bersama perbankan dapat ikut mengangkat usaha masyarakat,” tegas Saleh.
Menurutnya, Tanggamus memiliki sejumlah potensi ekonomi yang masih dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata.
Kabupaten Tanggamus memiliki garis pantai sekitar 202 kilometer dan berada di kawasan Teluk Semaka. Potensi tersebut menjadi salah satu kekuatan daerah di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, Tanggamus juga memiliki potensi wisata berupa pantai, air terjun hingga sumber air panas.
Di sektor pertanian dan perkebunan, sejumlah komoditas seperti kopi, cengkeh, beras dan hasil pertanian lainnya juga menjadi bagian dari sumber ekonomi masyarakat.
Saleh menilai potensi tersebut tidak cukup hanya dikembangkan sebagai sumber bahan baku. Pengolahan dan peningkatan nilai tambah produk di daerah dinilai penting agar manfaat ekonominya lebih besar dirasakan masyarakat.
“Potensi masyarakat dan potensi daerah ini harus kita bantu. Kalau mereka tidak dibantu dengan modal, mereka akan sulit berkembang. Di sinilah perbankan mempunyai fungsi untuk membantu permodalan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta perangkat daerah terkait tidak hanya mendorong akses pembiayaan, tetapi ikut mendampingi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya.
Layanan Haji Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama
Dalam pertemuan tersebut, BSI menyampaikan sejumlah layanan yang dapat dikembangkan di Tanggamus, di antaranya tabungan haji serta layanan bullion atau investasi emas.
Area Manager BSI Lampung Luthvy Indaka mengatakan pihaknya masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
“Literasi syariah dan inklusi syariah sampai saat ini masih relatif rendah. Inilah pentingnya kami memohon dukungan dan sinergi dari seluruh perangkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota,” kata Luthvy.
Sementara Branch Manager BSI KCP Tanggamus Abdul Muklis mengatakan BSI telah beroperasi di Tanggamus sejak Januari 2023 atau memasuki tahun keempat.
Menurutnya, layanan pendaftaran haji menjadi salah satu produk yang cukup diminati masyarakat. Kehadiran BSI di Tanggamus juga membuat masyarakat tidak perlu lagi melakukan pendaftaran haji ke daerah lain.
“Alhamdulillah, animo masyarakat memanfaatkan produk dan layanan BSI cukup baik. Salah satunya adalah pendaftaran haji. Sebelum ada BSI di Tanggamus, masyarakat harus melakukan pendaftaran ke daerah lain,” ujarnya.
Selain layanan haji, BSI KCP Tanggamus juga menjadi mitra PT Taspen sehingga sejumlah layanan bagi pensiunan dapat dilakukan melalui kantor tersebut.
Kepala Bagian Kesra Setdakab Tanggamus Ahmad Ngalim mengatakan pendaftaran haji masyarakat Tanggamus saat ini banyak dilakukan melalui BSI KCP Tanggamus.
Ia memperkirakan jumlah calon jemaah haji asal Tanggamus tahun ini mencapai sekitar 300 orang. Kecamatan Ulu Belu disebut menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pendaftar cukup tinggi, disusul Sumberejo dan sejumlah kecamatan lainnya.
“Untuk pendaftaran haji di Kabupaten Tanggamus, BSI yang ada di Kota Agung sangat membantu masyarakat. Kami juga meminta BSI terus meningkatkan sosialisasi berbagai produk dan layanan kepada masyarakat,” kata Ahmad.
BSI kemudian menawarkan gagasan kegiatan “Tanggamus Berhaji” sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai persiapan ibadah haji. Kegiatan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk tabungan haji dan investasi emas.
Selain itu, dibahas pula peluang kolaborasi BSI dengan BPR/BPRS dalam mendukung pembiayaan dan persiapan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
Kerja sama Pemkab Tanggamus dan BSI selanjutnya diarahkan tidak hanya pada penguatan layanan keuangan syariah, tetapi juga pengembangan UMKM, pembiayaan usaha produktif dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
(Adi)

0 Komentar