Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya menerima langsung rombongan yang dipimpin CEO PT ESGIN Global Partners Brandon Keam.
Turut hadir Ketua Umum BPP AEKI Irfan Anwar, jajaran PT ESGIN Global Partners, tenaga ahli bupati, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Henri Fatra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Keimas Yuspi, sejumlah kepala OPD, serta enam camat dari Kecamatan Kota Agung Timur, Kota Agung Barat, Sumberejo, Pulau Panggung, Air Naningan, dan Ulu Belu.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus memaparkan potensi daerah yang didominasi sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian. Berdasarkan data pemerintah daerah, sektor pertanian menyumbang 37,46 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanggamus yang mencapai Rp22,72 triliun pada 2025.
Komoditas kopi menjadi salah satu sektor yang menarik perhatian investor. Pada 2025, produksi kopi Tanggamus tercatat mencapai 39.165 ton dari areal tanam seluas 41.526 hektare yang dikelola sekitar 40.084 kepala keluarga petani. Kecamatan Ulu Belu menjadi sentra produksi kopi terbesar di kabupaten tersebut.
Selain kopi, Tanggamus juga memiliki potensi kelapa dengan produksi mencapai 21.988 ton dari lahan hampir 14 ribu hektare yang dikelola sekitar 17.520 kepala keluarga petani. Limbah serabut kelapa maupun limbah kopi dinilai memiliki nilai tambah apabila diolah menjadi produk ramah lingkungan berbasis ekonomi hijau.
Usai audiensi, rombongan investor bersama BPP AEKI dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus meninjau lokasi pengelolaan limbah kopi di kawasan Datarajan dan Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, untuk melihat langsung potensi bahan baku yang selama ini dikelola kelompok tani.
Dalam kesempatan itu, PT ESGIN Global Partners dan BPP AEKI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal membangun ekosistem ekonomi hijau berbasis komoditas kopi. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan biochar, perdagangan karbon, digitalisasi data lingkungan, hingga pemberdayaan petani.
CEO PT ESGIN Global Partners Brandon Keam mengatakan pihaknya ingin membangun kemitraan jangka panjang dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui investasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kami tidak hanya datang sebagai investor, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. Tujuannya menciptakan lapangan kerja hijau, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan," kata Brandon.
Ketua Umum BPP AEKI Irfan Anwar menilai Tanggamus memiliki potensi besar menjadi kawasan percontohan pengembangan kopi berkelanjutan di Indonesia karena didukung sumber daya alam yang melimpah serta jumlah petani yang besar.
Melalui kerja sama tersebut, PT ESGIN Global Partners akan mendorong investasi berbasis ekonomi hijau, pengembangan teknologi Digital Measurement, Reporting and Verification (MRV) berbasis kecerdasan buatan dan blockchain, pemberdayaan petani, serta penyusunan peta jalan (roadmap) ekonomi hijau daerah.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap penjajakan investasi tersebut menjadi langkah awal hilirisasi limbah kopi dan serabut kelapa sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, memperluas peluang investasi, serta memperkuat posisi Tanggamus sebagai salah satu daerah pengembangan ekonomi hijau di Indonesia.(hikmah/rls)

0 Komentar