Bupati Riyanto Pamungkas mengatakan Haflah Tasyakur bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan wujud nyata keberhasilan pondok pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter Islami.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pringsewu memiliki komitmen mewujudkan masyarakat yang harmonis dan religius. Karena itu, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah.
"Kabupaten Pringsewu memiliki visi yang salah satunya mewujudkan masyarakat yang harmonis dan religius. Karena itu, peran pondok pesantren sangat vital dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah," ujar Riyanto.
Ia menegaskan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan religius. Dalam hal tersebut, pondok pesantren merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.
Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan momentum pengajian akbar sebagai sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
"Mari kita jadikan nasihat-nasihat agama yang disampaikan Ustadzah Mumpuni sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Ketua TP-PKK Kabupaten Pringsewu Rahayu Sri Pamungkas, jajaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu, anggota DPRD, Forkopimda, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu, tokoh agama, serta ratusan santri dan masyarakat.(hikmah/rls)

0 Komentar