Instruksi.co.id, Padang — Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat memasuki babak baru setelah kepengurusan periode 2026 resmi dilantik. Momentum tersebut sekaligus dirangkai dengan JMSI Awards 2026 yang memberikan penghargaan kepada lima tokoh dari berbagai bidang.
Pelantikan kepengurusan baru dipimpin Aguswanto yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Pengda JMSI Sumbar. Ia dipercaya memimpin organisasi untuk periode mendatang dengan tantangan industri media digital yang semakin kompleks.
Dalam kepengurusan baru, posisi sekretaris dipercayakan kepada Almudazir, owner Mimbar Media Grup yang juga Ketua PJKIP Sumatera Barat. Sementara Yofialdi dipercaya sebagai bendahara umum. Ia merupakan Direktur Utama Valoranaews Grup sekaligus Presidium KAHMI Sumbar periode 2026–2031 dan Ketua Pengprov Squash Sumbar periode 2026–2031.
Aguswanto mengatakan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum memperkuat konsolidasi perusahaan pers di Sumatera Barat.
“Kita ingin JMSI tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi benar-benar memberikan kontribusi. Media harus tumbuh bersama daerah, mengawal pembangunan, mengkritisi kebijakan yang perlu dikritisi, dan pada saat yang sama memberikan informasi yang mencerdaskan masyarakat,” ujar Aguswanto.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat perusahaan pers dituntut semakin profesional. Kecepatan dalam menyampaikan berita harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi, keberimbangan dan etika jurnalistik.
“Ukuran keberhasilan media bukan hanya berapa banyak orang membaca berita kita, tetapi seberapa besar publik percaya bahwa informasi yang kita sajikan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Lima Tokoh Raih JMSI Awards 2026
Selain pelantikan, JMSI Sumbar memberikan penghargaan kepada lima tokoh melalui JMSI Awards 2026.
Ketua Tim Penilai Anugerah JMSI Award, Dr. Hary Efendi Iskandar, mengatakan penilaian tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga rekam kontribusi, konsistensi, manfaat dan dampak sosial yang diberikan masing-masing tokoh.
Lima penerima penghargaan tersebut berasal dari bidang yang berbeda.
Arisal Aziz menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Terpilih atas kiprahnya di ruang publik dan perannya sebagai wakil masyarakat di tingkat nasional.
Dewi Sukmawati mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Peduli Lingkungan. Dedikasinya dalam menginisiasi gerakan bank sampah menjadi salah satu perhatian dalam pemberian penghargaan tersebut.
Patra Rina Dewi, pendiri KOGAMI Sumatera Barat, menerima penghargaan sebagai Tokoh Penanganan Bencana atas kiprahnya dalam bidang mitigasi dan kesiapsiagaan kebencanaan.
Sementara Ronal Wahtudi, pengusaha kopi, meraih penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Menengah Kecil. Kiprahnya dinilai turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor usaha.
Namun, satu nama memiliki kisah yang berbeda dan mendapat perhatian khusus dalam JMSI Awards 2026.
Guru di Mentawai Mengajar Tanpa Gaji
Rabiatul Adawiyyah menerima penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan setelah mengabdikan diri mengajar anak-anak di Desa Matotonan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Matotonan merupakan wilayah yang berada dalam kategori 3T, yakni tertinggal, terdepan dan terluar. Kondisi geografis serta akses yang tidak mudah menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Di tengah keterbatasan itu, Rabiatul memilih tetap mengajar tanpa menerima gaji.
Ia memberikan waktu dan tenaganya untuk mendampingi anak-anak di Matotonan mendapatkan pendidikan. Pengabdiannya berlangsung jauh dari pusat perkotaan dan minim sorotan publik.
Kisah tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pemberian penghargaan JMSI Awards 2026.
Bagi JMSI Sumbar, pengabdian seperti yang dilakukan Rabiatul menunjukkan bahwa kontribusi terhadap masyarakat tidak selalu lahir dari ruang besar atau jabatan publik. Ada pula pengabdian yang berlangsung dalam kesederhanaan, jauh dari perhatian, tetapi memberikan dampak langsung bagi generasi muda.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa anak-anak di wilayah 3T memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan memiliki masa depan.
Penghargaan untuk Mereka yang Berkontribusi
Lima penerima JMSI Awards 2026 memiliki latar belakang berbeda. Arisal Aziz bergerak di ruang publik, Dewi Sukmawati di bidang lingkungan, Patra Rina Dewi dalam kebencanaan, Ronal Wahtudi melalui sektor usaha, dan Rabiatul Adawiyyah melalui pendidikan di wilayah 3T Mentawai.
Perbedaan tersebut menunjukkan luasnya ruang pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Tim Penilai Anugerah JMSI Award, Dr. Hary Efendi Iskandar, menegaskan penghargaan diberikan dengan mempertimbangkan nilai pengabdian dan dampak sosial.
Karena itu, penghargaan tidak semata-mata menjadi seremoni, tetapi diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap orang-orang yang memberikan manfaat melalui bidang masing-masing.
JMSI Sumbar Hadapi Tantangan Media Digital
Pelantikan kepengurusan baru JMSI Sumbar berlangsung di tengah perubahan cepat industri media digital.
Perusahaan pers dituntut mampu menyajikan informasi secara cepat, tetapi tetap menjaga akurasi, verifikasi, keberimbangan dan tanggung jawab jurnalistik.
Bagi JMSI Sumbar, tantangan tersebut menjadi pekerjaan organisasi untuk memperkuat kapasitas perusahaan pers sekaligus membangun ekosistem media siber yang profesional dan kredibel.
Pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum konsolidasi organisasi, sementara JMSI Awards menjadi bentuk apresiasi terhadap mereka yang berkontribusi bagi masyarakat.
Di antara lima penerima penghargaan tersebut, kisah Rabiatul Adawiyyah menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, masih ada pengabdian yang berlangsung dalam senyap.
Seorang guru tetap berdiri di depan kelas di wilayah 3T, tanpa menerima gaji, dengan satu tujuan: memastikan anak-anak di Matotonan tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.
Bagi JMSI Sumbar, kisah tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin dibawa melalui JMSI Awards 2026: bahwa kerja nyata, kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat layak mendapatkan tempat dalam ruang publik.
Dengan kepengurusan baru, JMSI Sumbar diharapkan semakin mampu memperkuat perusahaan pers sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perubahan dunia media yang semakin cepat. (Adi/rls)

0 Komentar