Instruksi.co.id, Pringsewu – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan generasi yang akan menentukan arah pembangunan bangsa dan daerah di masa depan. Partisipasi politik generasi muda tidak hanya dimaknai menggunakan hak pilih saat pemungutan suara, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara serta keterlibatan aktif dalam proses demokrasi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Hal tersebut disampaikan Riyanto Pamungkas saat membuka Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di SMA Xaverius Pringsewu pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu Arief Bintoro, Ketua KPU Kabupaten Pringsewu Dewi Eliyasari, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pringsewu Catur Agus Dewanto, dan Kepala SMA Xaverius Pringsewu Petrus Risdianto.
Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkomitmen meningkatkan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lahir pemilih yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.
“Pendidikan politik memiliki tujuan yang sangat strategis, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai demokrasi dan sistem politik Indonesia, menumbuhkan kesadaran menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, membangun karakter pemilih yang cerdas, kritis, dan beretika, menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta politik uang, sekaligus meningkatkan partisipasi politik masyarakat, khususnya pemilih pemula,” kata Riyanto.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki sejumlah peran strategis dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, antara lain memfasilitasi pendidikan politik kepada masyarakat, membangun sinergi dengan KPU, Bawaslu, sekolah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan literasi digital dan wawasan kebangsaan, menciptakan iklim demokrasi yang aman, damai, dan kondusif, serta memberikan ruang partisipasi yang luas bagi generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Karena jumlahnya besar, memiliki semangat perubahan, dekat dengan perkembangan teknologi informasi, serta akan menjadi penentu masa depan demokrasi Indonesia, pemilih pemula menjadi sangat penting. Kualitas pilihan para pemilih pemula akan sangat menentukan kualitas hasil pemilu dan arah pembangunan bangsa,” ujarnya.
Riyanto menambahkan, menjadi pemilih yang cerdas berarti memilih berdasarkan visi, misi, program, kompetensi, integritas, dan rekam jejak calon pemimpin, bukan karena tekanan, bujukan, ataupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Pemilih yang cerdas juga tidak mudah terpengaruh politik uang, mampu menjaga persatuan walaupun memiliki pilihan politik yang berbeda, serta menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Ia berharap para pemilih pemula dapat menjadi pelopor demokrasi yang santun, menyebarkan informasi yang benar, menolak hoaks dan politik uang, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah, serta menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
“Masa depan demokrasi Indonesia berada di tangan generasi muda. Jadilah pemilih yang cerdas, berintegritas, beretika, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam setiap sikap dan tindakan. Mari kita sukseskan demokrasi yang damai, berkualitas, jujur, adil, dan bermartabat demi terwujudnya Indonesia yang maju serta Kabupaten Pringsewu yang semakin mandiri, aman, harmonis, dan sejahtera,” ucapnya.(Hikmah/rls)

0 Komentar