Pemkab Tanggamus Perkuat Pengendalian Inflasi, Stok Pangan Dipastikan Aman dan Surplus

instruksi.co.id, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Senin, 20 Juli 2026.

Rakor dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega. Kegiatan tersebut dihadiri Inspektur Kabupaten Tanggamus Suhendar Z, Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dharma Saputra, perwakilan Polres Tanggamus, Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Tanggamus, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya Mega menjelaskan, rakor membahas perkembangan inflasi nasional maupun Provinsi Lampung, kondisi harga pangan di Kabupaten Tanggamus, neraca ketersediaan bahan pangan, serta evaluasi berbagai program pengendalian inflasi yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

"Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, sekaligus mengevaluasi langkah-langkah pengendalian inflasi agar tetap efektif," ujar Hendra.

Berdasarkan laporan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanggamus per 20 Juli 2026, inflasi nasional secara tahunan (year on year/y-on-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, sedangkan secara bulanan (month to month/m-to-m) terjadi deflasi sebesar 0,44 persen. Komoditas penyumbang inflasi terbesar berasal dari emas perhiasan, bensin, ikan segar, dan beras.

Sementara itu, Provinsi Lampung mencatat inflasi tahunan sebesar 2,46 persen dengan inflasi bulanan 0,55 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang inflasi terbesar, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, perumahan, serta transportasi.

Untuk kabupaten/kota yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 3,25 persen, sedangkan yang terendah berada di Kota Bandar Lampung sebesar 2,08 persen.

Dalam rakor tersebut juga dipaparkan perkembangan harga sejumlah komoditas strategis di Kabupaten Tanggamus berdasarkan Sistem Informasi Komoditas Pangan dan Pertanian (SIKOPP). Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras medium, gula pasir, minyak goreng kemasan, daging ayam, dan daging sapi masih berada pada kondisi relatif stabil. Sementara harga telur ayam ras mengalami sedikit kenaikan, sedangkan bawang merah dan cabai merah besar justru mengalami penurunan.

Dari sisi ketersediaan pangan, Kabupaten Tanggamus dinilai berada dalam kondisi aman. Neraca pangan menunjukkan hampir seluruh komoditas utama mengalami surplus. Ketersediaan beras tercatat mencapai 106.675 ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya sekitar 5.297 ton, sehingga masih terdapat surplus lebih dari 101 ribu ton.

Selain beras, sejumlah komoditas lain seperti jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir hingga minyak goreng juga tercatat dalam kondisi surplus sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Laporan TPID juga menunjukkan Indikator Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tanggamus pada minggu kedua Juli 2026 berada di angka 0,06 persen, dipengaruhi perubahan harga gula pasir, tepung terigu, dan bawang merah.

Sepanjang tahun 2026, Pemkab Tanggamus telah melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi, di antaranya penyusunan roadmap TPID, High Level Meeting yang dipimpin Wakil Bupati, bazar pasar murah menjelang Ramadan, operasi pasar LPG subsidi 3 kilogram, Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar minyak goreng, capacity building TPID bersama Kejaksaan Negeri Kota Agung, hingga penyusunan neraca pangan daerah.

"Berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi," kata Hendra.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mengendalikan inflasi agar tetap terkendali demi menjaga kesejahteraan masyarakat.

(hikmah/rls)

Posting Komentar

0 Komentar

Trending

Popular Posts