instruksi.co.id, Tanggamus – Sebanyak 55 warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang keliling. Polisi bersama Dinas Kesehatan kini menyelidiki penyebab kejadian tersebut, Rabu, 22 Juli 2026.
Kapolsek Wonosobo Iptu Primadona Laila mengatakan, para korban mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, diare, hingga lemas setelah mengonsumsi bubur sumsum yang dijual pedagang berinisial J (42), warga setempat.
Menurutnya, bubur tersebut dijual pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB dan seluruh dagangan yang diperkirakan mencapai 100 cup habis terjual. Beberapa jam kemudian, warga mulai mengalami gejala yang sama dan mendapatkan penanganan medis.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Wonosobo bersama Satreskrim Polres Tanggamus, Camat Wonosobo, Koramil, UPTD Puskesmas Wonosobo, serta Tim Penyelidikan Epidemiologi Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus langsung melakukan pendataan korban dan penyelidikan di lokasi.
Hingga Rabu, 22 Juli 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat 55 warga mengalami gejala diduga keracunan, terdiri atas 54 warga Pekon Dadimulyo dan 1 warga Pekon Sudimoro.
Dari jumlah tersebut, 49 orang telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan, sedangkan enam warga masih menjalani perawatan di puskesmas.
Enam korban yang masih dirawat masing-masing Daminem Astuti (41), Nurmaini (44), dan Yeni Angraini (34) di Puskesmas Sanggi. Sementara Rini Selpiyan (14), Wagiyem (66), dan Pariyah (51) dirawat di Puskesmas Siring Betik.
"Berdasarkan keterangan tenaga medis, kondisi keenam korban terus membaik dan masih dalam pemantauan intensif," kata Iptu Primadona Laila mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Polisi juga mengamankan sejumlah bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur sumsum karena seluruh bubur yang dijual telah habis. Barang bukti tersebut meliputi tepung beras, tepung terigu, tepung maizena, susu, santan, gula merah, pasta pandan, sekoteng, serta bahan lainnya untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Menurut Kapolsek, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium. Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Percayakan proses penanganan kepada petugas. Prioritas kami memastikan seluruh korban tertangani sekaligus mengungkap penyebab kejadian ini," tegasnya.(adi/rls)

0 Komentar