Instruksi.co.id, Pringsewu - Sebanyak 115 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Pringsewu sepanjang Januari hingga Juli 2026. Hasil evaluasi Satlantas Polres Pringsewu menunjukkan sebagian besar kecelakaan dipicu human error atau kelalaian pengendara, sehingga kepolisian terus memperkuat patroli dan edukasi sebagai langkah pencegahan, Jumat, 31 Juli 2026.
Berdasarkan data Satlantas Polres Pringsewu, dari 115 kecelakaan tersebut sebanyak 18 orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat, dan 126 orang mengalami luka ringan.
Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp91 juta.
Sementara kendaraan yang terlibat terdiri dari 33 kendaraan roda empat atau lebih dan 153 sepeda motor.
Hasil analisis juga menunjukkan mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif 16 hingga 30 tahun.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar korban berada pada usia aktif dengan mobilitas yang tinggi.
Kasat Lantas Polres Pringsewu Iptu I Kadek Gunawan mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam setiap kejadian kecelakaan lalu lintas.
“Mayoritas kecelakaan masih disebabkan human error atau kelalaian pengendara, mulai dari tidak mematuhi rambu lalu lintas, melaju melebihi batas kecepatan, kurang berkonsentrasi saat berkendara, hingga mengabaikan penggunaan perlengkapan keselamatan,” kata Iptu I Kadek Gunawan.
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Satlantas untuk terus memperkuat upaya pencegahan.
Penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas tetap dilakukan, namun pendekatan preventif dinilai memiliki peran penting dalam menekan angka kecelakaan.
Karena itu, Satlantas Polres Pringsewu mengintensifkan patroli di ruas jalan yang rawan kecelakaan maupun pelanggaran lalu lintas, terutama pada jam dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah pelanggaran sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Selain patroli, Satlantas juga rutin melaksanakan sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan tersebut menyasar pelajar melalui program Police Goes to School, komunitas otomotif, pengemudi angkutan, instansi pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat umum melalui penyuluhan, kampanye keselamatan, pemasangan spanduk imbauan, dan berbagai kegiatan pembinaan lainnya.
“Kami terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui patroli serta edukasi kepada masyarakat. Tujuannya bukan hanya menekan angka pelanggaran, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas sehingga angka kecelakaan di Kabupaten Pringsewu dapat terus menurun,” ujarnya.
Iptu I Kadek Gunawan mengajak seluruh pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara dengan mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI maupun sabuk pengaman, menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara, tidak mengemudi dalam kondisi lelah, serta selalu mengendalikan kecepatan kendaraan.
“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.(Hikmah/rls)

0 Komentar