Instruksi.co.id, Pesawaran – Hasil panen padi petani di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, meningkat menjadi 5–6 ton lebih per hektare pada 2026. Ketersediaan air melalui program pipanisasi pemerintah daerah turut membantu petani menghadapi musim kemarau berkepanjangan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Ragom Mufakat, Edi Irwansyah, saat panen raya padi yang dihadiri Bupati Pesawaran Nanda Indira B. di Desa Bernung, Jumat (9/10/2026).
Edi mengatakan, produktivitas tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3 ton per hektare. Kelompok Tani Ragom Mufakat mengelola lahan persawahan seluas sekitar 30 hektare.
“Untuk luasan lahan sawah di sini sekitar 30 hektare. Dalam satu hektare, padi yang dihasilkan pada tahun ini bisa mencapai 5 sampai 6 ton lebih. Tahun sebelumnya, dalam satu hektare paling hanya 3 tonan,” ujar Edi.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang membantu petani menjaga produksi selama kemarau. Melalui program pipanisasi dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, kebutuhan air untuk persawahan dapat terpenuhi.
“Tahun ini kami cukup bersyukur. Meskipun kemarau panjang melanda, permasalahan air bisa teratasi karena adanya pipanisasi dari pemda. Hal ini membuat semua pemilik lahan tidak mengalami kekurangan air sama sekali. Kemudian, hama pada tahun ini juga tidak seberapa dibandingkan tahun lalu,” kata Edi.
Bupati Pesawaran Nanda Indira B. mengapresiasi petani dan kelompok tani yang terus menjaga produktivitas pertanian. Ia menilai keberhasilan mempertahankan produksi pangan membutuhkan kerja sama antara petani, pemerintah daerah, penyuluh, dan pihak terkait.
Menurut Nanda, pendampingan kepada petani perlu terus diperkuat agar kemampuan mengelola usaha tani dan produktivitas lahan meningkat. Dukungan tersebut juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Pesawaran.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Ragom Mufakat, para penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Bumi Abdan Jejama.
Panen di Desa Bernung menunjukkan peran penting ketersediaan air dalam menjaga produktivitas sawah saat kemarau. Pemerintah daerah dan kelompok tani diharapkan terus memperkuat pengelolaan pengairan serta pendampingan teknis agar peningkatan hasil panen dapat dipertahankan pada musim tanam berikutnya.
(Rudiyatmoko/rls)

0 Komentar